Rabu, 02 September 2009

lampu disko riau

dalam beberapa bulan terakhir lampu penerangan yang dialirkan dari PLN hidup mati seperti lampu disko di diskotik malam, padahal PLN adalah perusahaan negara yang dibiayai oleh negara, yang disubsidi, dan yang monopoli, namun ternyata terlalu lemah untuk bisa memberikan penerangan bagi masyarakat konsumen, padahal ia adalah dibutuhkan setiap masyarakat,,, padahal ia merupakan prasarana yang sangat vital dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
jika ada wacana karena kurangnya daya, karena rusaknya mesin pembangkit dan karena kurangnya debit air dari PLTA, itu hanya sebuah alasan agar masyarakat tetap diam dan percaya, tapi PLN tak usah khawatir, masyarakat ini tidak akan berontak, karena tidak ada lagi pilihan lain selain menerima keadaan ini,,, walau hidup mati bagai lampu diskotik, walau kerusakan elektronik dan kerugian usaha yang tergantung ke tenaga listrik,,, namun masyarakat riau tetap sabar karena tidak dapat berbuat banyak,,,, kenapa demikian, karena tidak ada satu orangpun warga yang bersedia diputuskan aliran listrik yang mengalir dirumahnya, yang memberikan cahaya dan penerangan ditempat usahanya,,, karena jika itu terjadi tidak ada lagi perusahaan listrik lain yang bisa menjadi pilihan untuk mendapatkan penerangan kecuali membeli genset dan membayar dengan harga mahal setiap operasionalnya.
Dulu,,, kita masih ingat awal pembangunan PLTA Koto Panjang,,, yang mengorban begitu luas ladang, kebun dan areal perumahan masyarakat, dengan sinyalemen tidak akan ada lagi mati lampu di daerah Kampar khususnya dan Riau pada umumnya jika PLTA ini berdiri,,,, namun apa yang terjadi,,,,, keadaan semakin parah dan makin tidak memihak kepada konsumen masyarakat yang membutuhkan.....
Kurang daya???? kurang debit air ??? atau kerusakan pembangkit listrik lainnya????
itu hanya sebuah alasan ketidak mampuan mengelola perusahaan negara ini,, sebuah perusahaan monopoli yang tidak ada saingan, yang tidak akan kekurangan uang untuk membangun, mengelola atau memanage perusahaan, karena masyarakat setiap saat membutuhkannya,,, dan itu dibiayai dengan biaya mahal....
Lalu...... kenapa listrik tetap hidup mati??? karena mereka yang didalam tubuh PLN itu sendiri yang juga hidup mati dalam memenej perusahaan ini,, tanpa perencanaan, tanpa analisa terhadap perkembangan pengguna atau konsumen, dan tanpa kajian ulang terhadap penggunaan mesin yang mempunyai jangka waktu yang harus dirawat atau dipelihara atau diganti....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar